Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Diduga Penampung Hasil Penambangan Emas Tanpa Izin Terbesar di Koto Baru, Singingi Hilir Berinisial "J"

Jumat, 09 Desember 2022 | Desember 09, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-12-09T10:28:11Z



Kuansing, Praktik penambangan emas tanpa izin (PETI) terpantau semakin merajalela di sejumlah titik di Kabupaten Kuantan Singingi khusunya di Desa Koto Baru Kecamatan Singingi Hilir, Riau, sejak beberapa waktu terakhir.


Maraknya Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) ini di Kabupaten Kuantan Singingi tidak terlepas dari peran serta penampung emas atau cukong -cukong yang menampung hasil dari tambang ilegal tersebut.


Proses pembakaran emas ilegal yang dilakukan para mafia penampung emas ilegal ini semakin menjadi jadi-jadi tanpa tersentuh oleh Aparat Penegak Hukum (APH) sekalipun.


Dari hasil pantauan wartawan dilapangan Rabu (6/12/2022 ) sekitar pukul 17:30 WIB di Desa Koto Baru , Kecamatan Singingi Hilir Kabupaten Kuantan Singingi , Diduga kuat 1 (satu) tempat penampung emas hasil tambang Ilegal disebut-sebut yang paling besar di Kecamatan Singingi Hilir Selain Toko Emas di duga tempat tersebut juga melayani Pembakaran Emas hasil Tambang Ilegal.


Saat dikonfirmasi wartawan pekerja PETI yang menjual barang ilegalnya menyebutkan ia menjual hasil penambangan ilegalnya tersebut ke penampung emas di Desa Koto Baru, dari keterangan pria yang enggan disebut namanya itu, pemilik dari penampungan serta pemurnian emas ilegal tersebut berinisial J dan di Desa tersebut hanya dia sendiri yang menampung.


“Iya bang, penampung emas disini cuma dia sendiri sepengetahuan saya, dan saya rasa ini yang terbesar untuk di Kecamatan Singingi Hilir ini," ujarnya.


Lanjutnya, kalau setiap sore ramai para penambang menjual hasil tambang ke tempat J tersebut.


“kalau tidak percaya datang sore-sore hari sekitar pukul 17:00 wib sampai pukul 19;00, di samping Toko Emas Garuda tersebut ramai di kunjungi para penambang," jelasnya.


Hingga berita ini diterbitkan Kapolsek Singingi Hilir masih dalam tahap konfirmasi.


Untuk diketahui Pelaku Pembakaran Emas Ilegal dijerat Pasal 161 UU RI Nomor 3 tahun 2020 tentang perubahan atas UURI no.4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara, setiap orang yang menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan dan/atau pemurnian, pengambangan dan/atau pemanfaatan, pengangkutan, penjualan mineral dan/atau batubara yang tidak berasal dari pemegang izin dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 miliar rupiah.


Bahkan Kapolda juga mengatensikan permasalahan PETI di Kuansing yang terus marak dan meminta kepada Polres, untuk menindak tegas pelaku PETI termasuk para penampung emas ilegal ini, penadah hasil penambang emas adalah satu satu Faktor utama aktivitas itu berjalan lancar.






af


×
Berita Terbaru Update