Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Cegah Gerakan Radikalisme, Dosen Program Studi Hubungan Internasional UIR Giat Gelar Sosialisasi di Selatpanjang

Minggu, 25 Desember 2022 | Desember 25, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-12-25T09:53:51Z



Selatpanjang, Rio Sundari, S.IP.,M.A Dosen Program Studi Hubungan Internasional FISIPOL Universitas Islam Riau mensosialisasikan pencegahan gerakan radikalisme kepada masyarakat di Selat Panjang, Kepulauan Meranti, 07/08/2022.


Kegiatan tersebut berlangsung di kelurahan Selatpanjang Barat, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.


Dihadiri masyarakat setempat yang sebagian besar pesertanya merupakan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) kegiatan tersebut berlangsung Khidmat.


Rio Sundari,S.IP.,M.A mengatakan, Sosialisasi ini ditujukan khususnya bagi generasi muda untuk menghindari paparan paham radikalisme yang akan berdampak pada kondisi keamanan daerah, Perkembangan arus teknologi informasi dan posisi Provinsi Riau yang secara geografis terletak berdampingan dengan negara-negara lain sangatlah rawan dengan potensi munculnya paham radikalisme, Terduga serangan teroris yang terjadi di Mapolda Riau dan penangkapan 3 orang terduga teroris oleh Densus 88 di Kampus Universitas Riau tahun 2018 menjadi preseden yang mengkhawatirkan.


"Atas tragedi tersebut dipandang perlu untuk memberikan sosialisasi terkait paham radikal kepada masyarakat untuk meminimalisir potensi munculnya paham serupa di masa mendatang" ucapnya.


"Jika di lihat dari Keberagaman suku yang ada di Selatpanjang yang terdiri dari suku Melayu, Minang, Jawa, Tionghoa dan lain-lain tentunya berpotensi akan munculnya paham radikal baik dengan modus agama, suku, maupun yang lainnya, sehingga perlu diantisipasi supaya tidak terjadi tragedi serupa yang berdampak pada keamanan dalam kehidupan bermasyarakat", tambah Rio.


Oleh Karena itu, Sosialisasi ini kami lakukan dengan harapannya para peserta tercerahkan bahwa gerakan dan paham radikalisme tidak sesuai dengan cara pandang apapun, baik cara pandang beragama maupun bernegara.


Sambungnya, Dengan sosialisasi itu juga, setidaknya peserta sosialisasi dibekali pengetahuan bahwa gerakan radikalisme tidak bisa dibenarkan dimanapun sehingga bekal pengetahuan tersebut menjadi benteng bagi diri mereka dari potensi munculnya paham radikal.




rls


×
Berita Terbaru Update