Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bersama Dinkes Rohil, Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi Gelar Skrinning TB - HIV Bagi WBP

Jumat, 09 Desember 2022 | Desember 09, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-12-08T18:38:48Z



Bagansiapiapi, Dalam rangka peringatan Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada 1/12/2022, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bagansiapiapi menggelar kegiatan skrinning TB-HIV yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hilir.




Kalapas Kelas IIA Bagansiapiapi, Wachid Wibowo melalui Kepala Subseksi Bimkemaswat Lapas Bagansiapiapi, Muh Nur Laela mengatakan, skrining TB-HIV ini merupakan langkah antisipatif demi mencegah penyebaran penyakit menular TBC dan HIV di dalam Lapas Bagansiapiapi.




“Kepadatan warga binaan dengan over kapasitas hampir seribu persen membuat penyebaran penyakit menular sangat rentan terjadi. Langkah-langkah pencegahan seperti ini patut kita lakukan supaya dapat mendeteksi lebih dini,” ujar Nur saat pembukaan Skrining, Kamis, 8/13/2022.




Ada sekitar 50 orang warga binaan yang dilakukan skrining dengan riwayat pengguna narkotika yang memiliki rasio penyebaran tinggi HIV dan AIDS.




Dr Kartika Handayani selaku dokter Puskesmas Bagansiapiapi menyampaikan, penyuluhan seputar penyakit TBC, HIV dan AIDS adalah salah satu penyakit kronis yang hingga kini tidak memiliki obat penyembuh.


“Para penyandang penyakit ini tidak perlu dijauhi dan dikucilkan, karena para penyandang ini sangat memerlukan support dan dukungan dari orang sekitarnya,” ujar dr Kartika.


Selain itu dr Kartika juga menjelaskan, beberapa metode penyebaran kedua penyakit ini. Penularan HIV terjadi melalui cairan tubuh penderita HIV yang banyak mengandung virus, yaitu darah, cairan vagina wanita dan cairan mani laki-laki. Ketiga cairan ini apabila mengalami kontak langsung dengan tubuh orang lain yang memungkinkannya masuk kedalam badan, misalnya kulit yang terluka atau lapisan mukosa/kulit tipis di mulut, organ kemaluan atau mata, maka akan menyebabkan penularan. 


“Jadi, HIV tidak akan menular hanya dengan tinggal dan melakukan aktivitas bersama-sama penderita HIV,” paparnya.


Selain Dinas Kesehatan, kegiatan ini juga bekerja sama dengan Puskesmas Bagansiapiapi, LSM PKBI Riau dan juga Yayasan Sebaya Lancang Kuning yang aktif bergerak mengadvokasi para penyintas HIV dan AIDS di Riau.






nadirman

sumber : humas lapas bagansiapiapi


×
Berita Terbaru Update