Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jajaran Polsek Benai Kembali Tertibkan Aktivitas PETI di Desa Pulau Ingu

Senin, 28 November 2022 | November 28, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-11-28T11:38:33Z



Benai, Kapolsek Benai, IPDA A. Candra Widodo, S.H beserta personel Polsek Benai Polres Kuansing kembali melakukan penertiban pertambangan emas tanpa izin (PETI) 




Kali ini Penertiban Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin berlangsung di Desa Pulau Ingu Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi, Senin, 28/11/2022 sekitar pukul 09.00 Wib hingga selesai jam 11.30 Wib.


Penertiban Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dilakukan sehubungan dengan adanya laporan via whatsapp dari Kepala Desa Pulau Ingu Saudara Dede Kurniawan, S. Hum kepada Kapolsek Benai bahwa ada aktifitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di dekat tebing Desa Pulau Ingu Kecamatan Benai. 


Kapolres Kuansing AKBP Rendra Oktadinata S.I.K.,M.Si melalui Kapolsek Benai, IPDA A. Candra Widodo, S.H menyampaikan "Setelah Mendapat kan laporan dari Kepala Desa Pulau Ingu Saya bersama anggota Polsek Benai langsung mendatangi lokasi yang dimaksud"


Sesampainya di Desa Pulau Ingu tersebut Kapolsek Benai bersama anggota Aipda Ade Irwandi (Kanit Propam) Aipda Juni Faisal (Kanit Intelkam) Brigadir Marliwen Pides (Bhabinkamtibmas) langsung melakukan penyisiran ke lokasi dengan didampingi Kepala Desa Pulau Ingu Sdr. Dede Kurniawan, S. Hum.


Dari hasil penyisiran di lokasi tebing Desa Pulau Ingu, tidak ada ditemukan aktifitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) seperti yang dilaporkan Kepala Desa Pulau Ingu,Kemudian sekitar pukul 11.00 Wib Kapolsek Benai Ipda A. Candra Widodo, SH bersama anggota langsung berangkat ke daerah seberang Desa Pulau Ingu yaitu Desa Pulau Kalimanting, di situ ditemukan 2 (Dua) rakit pertambangan emas yang tidak beraktifitas yang ditambatkan di seberang Desa Pulau Ingu yaitu tebing Desa Pulau Kalimanting. 


Terhadap 2 (Dua) rakit yang ditemukan tersebut, hanya 1 (Satu) rakit yang bisa terjangkau untuk di tarik ke tebing Desa Pulau Kalimanting, sedangkan 1 (Satu) rakit lagi berada di tengah sungai kuantan yang berjarak sekitar 15 (Lima Belas) meter dari tebing dan tidak bisa di jangkau oleh personil untuk ditarik ke tebing Desa Pulau Kalimanting. 


Terhadap 1 (Satu) rakit pertambangan emas yang dapat di jangkau tersebut langsung dilakukan penindakan dengan cara di rusak dan di bakar.


Kapolsek Benai IPDA A. Candra Widodo, S.H  Menghimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama untuk saling menjaga lingkungan dengan tidak melakukan aktivitas penambangan emas tanpa izin.


"Bagi masyarakat Khususnya Kecamatan Benai marilah kita jaga kelestarian lingkungan kita, kalau tidak kita yang menjaga nya siapa lagi," himbaunya.


Untuk diketahui disamping melanggar undang-undang, pidana dan UU No 3 tahun 2020 tentang Minerba, Setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37, Pasal 40 ayat (3), Pasal 48, Pasal 67 ayat (1), Pasal 74 ayat (1) atau ayat (5) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp10.000.000.000,- (sepuluh miliar rupiah), kegiatan tersebut disamping dapat merusak lingkungan hidup, juga sangat berbahaya terhadap kesehatan.



af




×
Berita Terbaru Update