Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

HUT Brimob 14 November, Simak Sejarah Peringatannya

Sabtu, 12 November 2022 | November 12, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-11-12T11:27:03Z



Jakarta, HUT Brimob dirayakan setiap tahun pada tanggal 14 November. Momentum nasional tersebut untuk memperingati hari jadi Korps Brigade Mobil Kepolisian Republik Indonesia atau Korps Brimob RI.


Tahun ini, HUT Brimob memasuki peringatan ke-77. Yuk, simak awal mula peringatan HUT Brimob berikut ini.


Sejarah HUT Brimob: Awal Pembentukan Brimob


Dilansir situs Brimob Polri, pembentukan Brimob dimulai sejak sebelum Indonesia merdeka. Peran Brimob mulai terlihat sejak 8 Maret 1942 yang pada saat itu Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang. Sebelumnya, Belanda menjajah Indonesia selama kurang-lebih tiga setengah abad.


Serah-terima kekuasaan dari Belanda ke Jepang dilakukan oleh dua panglima tertinggi angkatan perang Belanda di Indonesia, Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh dan Letnan Jenderal Pootnen. Sementara itu, Jepang diwakili oleh Panglima Tentara Letnan Jenderal Imamura. Setelah serah-terima, ternyata Jepang hanya ingin memperoleh dukungan dan bantuan dari bangsa Indonesia dalam program invasinya.


Perubahan Nama Brimob dari Masa ke Masa


Sebelum resmi menjadi Brimob, satuan tersebut sempat beberapa kali mengalami perubahan nama. Perubahan-perubahan itu adalah sebagai berikut.


  • Tokubetsu Kaisatsu Tai
  • Polisi Istimewa
  • Mobrig (Mobil Brigade)
  • Brimob (Brigade Mobil).


Pembentukan Tokubetsu Kaisatsu Tai, Satuan Militer Jepang


Jepang mengeluarkan Undang-Undang Nomor 2 Tanggal 8 Maret 1942 dan Undang-Undang Nomor 3 Tanggal 20 Maret 1942. Keduanya berisi larangan seluruh kegiatan organisasi politik dan pergerakan di Indonesia.


Bendera Merah Putih juga dilarang dikibarkan dan lagu Indonesia Raya pun tidak boleh dinyanyikan. Namun, selama dua bulan Jepang menduduki Indonesia, situasi perang Asia Timur Raya mulai berbalik.


Tanggal 7 Mei 1942, Sekutu menghancurkan armada Jepang di Laut Karang. Lalu, pada 7 Agustus 1942, pasukan Sekutu berhasil menguasai Kepulauan Salomon di Samudra Pasifik.


Akibat kekalahan dan keterbatasan personel, Jepang pun mengubah strategi perangnya. Pihak Jepang membentuk beberapa organisasi semimiliter dan militer, seperti :

  • Senendan (Barisan Pemuda): Bertugas membantu pemerintah militer Jepang dalam meningkatkan produksi atau pengamanan garis belakang
  • Keibodan (Barisan Pemuda Pembantu Polisi): Bertugas memelihara keamanan dan ketertiban daerah setempat
  • Heiho (Pembantu Prajurit): Bertugas untuk membantu tentara Jepang
  • Peta (Pembela Tanah Air): Organisasi militer yang dibentuk atas kehendak bangsa Indonesia. Pembentukan organisasi ini lantaran pemerintah militer Jepang hendak mendapat bantuan dari militer Indonesia.


Lahirnya Polisi Istimewa


Inspektur Polisi TK I Mohammad Jasin membacakan teks Proklamasi dari pasukan Polisi Istimewa pada 21 Agustus 1945. Inti dari teks tersebut adalah 'Polisi sebagai Polisi Republik Indonesia'. Setelah proklamasi, Polisi Istimewa menyebarluaskan teks Proklamasi tersebut.


Polisi Istimewa mengganti pimpinan dari Jepang, yakni Sidookan Takata dan Fuko Sidookan Nishimoto. Kepemimpinan markas Polisi Istimewa berada di bawah kendali Inspektur Polisi Tingkat I Mohammad Jasin.


Penetapan HUT Brimob 14 November
Setelah setahun Polisi Istimewa dibentuk untuk merebut fasilitas militer, seluruh kesatuan Polisi Istimewa, Barisan Polisi Istimewa, dan Polisi Istimewa bergabung menjadi Mobile Brigade (Mobrig) pada 14 November 1946. Kini, satuan tersebut bernama Brimob.


Hal tersebut menjadi latar belakang HUT Brimob tanggal 14 November. Berdasarkan surat order YM Menteri Kepala Kepolisian Negara No. Pol. 23 /61/ tanggal 12 Agustus 1961, tanggal 14 November 1961 ditetapkan Hari Brimob ke-16.



























































ken
sumber : detikcom

×
Berita Terbaru Update