Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

RDTR Kecamatan Belakang Padang, Sei Beduk, Sagulung Ditargetkan Selesai Tahun Ini, Begini Fungsi RDTR

Selasa, 04 Oktober 2022 | Oktober 04, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-10-04T09:00:07Z



BatamPembangunan Kota Batam semuanya akan mengacu ke Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Saat ini Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus berupaya menambah legalitasnya melalui RDTR Bagian Wilayah Perencanaan (BWP). Sebelumnya sudah tujuh kecamatan di Batam telah diselesaikan RDTR-nya menjadi Perwako.


Sementara di tahun ini ada tiga wilayah lain yang akan diselesaikan RDTR menjadi perwako.


“Ya, yang sudah selesai menjadi perwako itu adalah bagian wilayah perencanaan Sekupang, Batuaji, Nongsa, Batam Kota, Bengkong, Batuampar, dan Lubukbaja. Sementara di tahun ini yang akan kita selesaikan menjadi perwako adalah, Sagulung, Sei Beduk dan Belakang Padang,” ujar Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam, Suhar, Senin (3/10).


RDTR merupakan produk untuk rencana operasional arahan pembangunan kawasan (operasional action plan). Selain itu juga sebagai rencana pengembangan dan peruntukan kawasan (area development plan). Selain itu RDTR juga dipergunakan sebagai panduan rancang bangun (urban design guidelines).


“Insa Allah pertengahan bulan ini kita sudah pengajuan Persetujuan Substansi atas Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang. Artinya setelah persetujuan itu keluar, baru tiga kecamatan ini bisa kita perwakokan RDTR-nya,” sebut Suhar.


Pentingnya RDTR adalah untuk menentukan kesesuaian dokumen perencanaan dengan implementasi pembangunan di lapangan. RDTR merupakan dasar acuan dari diterbitkannya dokumen perizinan terkait bangunan di Batam.


“Sesuai fungsinya RDTR ini sebagai teknis operasional pengajuan permohonan perzinan pemanfaatan ruang,” lanjut Suhar.


Melalui RDTR Itu nanti akan terdata semua semisalnya, wilayah berwarna merah itu badan jalan, warna kuning zona perumahan, warna abu-abu itu zona perkantoran, warna merah jambu zona pariwista, warna hitam kawasan peruntukan industri dan banyak lain sebagainya.


“Sudah hampir seperti site plane proyek. Setiap zona diwarnai pola tata ruang. Jadi ketika ada orang yang mau mengajukan izin, sebelum mengajukan ia bisa lihat disana, ini pola ruang apa. Mau bangun mall di tapi pola ruang perumahan ya gak bisa lah,” terang Suhar lagi.


Ditambahnya, RDTR ini adalah turunan dari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) nasional, RTRW provinsi, dan RTRW kota. RDTR disusun dengan skala 1:5000, sementara RTRW 1:25.000.


“Prinsip RTRW hanya mengatur dominasi dari tata ruang, artinya satu pola ruang semisalnya pola ruang perumahan tapi sebenarnya dalam perumahan itu ada jasa dan segala macamnya. Untuk menterjemahkan itu mengatur lebih rinci maka diperlukan RDTR,” pungkasnya. 





































































penulis : ken

sumber : batampos


×
Berita Terbaru Update