Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

BPOM Umumkan 13 Obat Sirup yang Aman Digunakan, Ini Daftar Lengkapnya

Minggu, 23 Oktober 2022 | Oktober 23, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-10-23T14:51:31Z



Jakarta, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengatakan, terdapat 13 sirup obat (21 bets) dengan hasil dinyatakan aman digunakan sepanjang sesuai aturan pakai.


Hal itu berdasarkan hasil pengujian sampai dengan 23 Oktober 2022.


Adapun BPOM melakukan intensifikasi surveilans mutu berbasis risiko, sampling, dan pengujian untuk memastikan seluruh produk yang beredar di pasaran tidak mengandung cemaran EG dan DEG melebihi ambang batas aman.


Berikut daftar lengkap 13 obat sirup yang aman digunakan sepanjang sesuai aturan pakai berdasarkan situs resmi BPOM.


1. Bodrexin Flu & Batuk PE Sirup

  • Nomor izin edar: DTL1422723337A2
  • Nomor Bets: 090112, 080892, 101042
  • Pemilik Izin Edar: Tempo Scan Pacific
  • Kegunaan: Obat Batuk dan Flu

2. Calorex Sirup

  • Nomor izin edar: DTL7813020337A1
  • Nomor Bets: APR22A01
  • Pemilik Izin Edar: Konimex
  • Kegunaan: Obat Batuk dan Flu

3. Fasidol Drops

  • Nomor izin edar: DBL0309213936A1
  • Nomor Bets: 20130
  • Pemilik Izin Edar: Ifars Pharmaceutical
  • Kegunaan: Obat Demam

4. Fermol Sirup

  • Nomor izin edar: DBL2044401337A1
  • Nomor Bets: H20326N
  • Pemilik Izin Edar: Kimia Farma
  • Kegunaan: Obat Demam

5. Fortusin Sirup

  • Nomor izin edar: DTL0233402837A1
  • Nomor Bets: LNY 53
  • Pemilik Izin Edar: Solas Langgeng Sejahtera
  • Kegunaan: Obat Batuk dan Flu

6. Promedryl Sirup (Rasa Jeruk)

  • Nomor izin edar: DTL1933215837A1
  • Nomor Bets: 19522F0010
  • Pemilik Izin Edar: Promedrahardjo Farmasi Industri
  • Kegunaan: Obat Batuk

7. Siladex Antitusive Sirup 30 mL, 60 mL, 100 mL

  • Nomor izin edar: DTL1613025737A1
  • Nomor Bets: AUG22A01 (30 mL), AUG22A10 (60 mL), SEP22A03 (100 mL)
  • Pemilik Izin Edar: Konimex
  • Kegunaan: Obat Batuk dan Flu

8. Siladex Cough & Cold Sirup

  • Nomor izin edar: DTL8713002537A1
  • Nomor Bets: AUG22A11
  • Pemilik Izin Edar: Konimex
  • Kegunaan: Obat Batuk dan Flu

9. Siladex DMP Sirup 30 ml, 60 ml, 100 mL

  • Nomor izin edar: DTL1613025637A1
  • Nomor Bets: MAR22A01 (30 mL), AUG22A02 (60 mL), JUL22A04 (100 mL)
  • Pemilik Izin Edar: Konimex
  • Kegunaan: Obat Batuk

10. Termorex Baby Drops Rasa Jeruk

  • Nomor izin edar: DBL9513010436A1
  • Nomor Bets: JUL22A01
  • Pemilik Izin Edar: Konimex
  • Kegunaan: Obat Demam

11. Termorex Plus Sirup Rasa Jeruk 30 mL, 60 mL

  • Nomor izin edar: DTL0113019737A1
  • Nomor Bets: JUL22A02 (30 mL), JUL22A11 (60 mL)
  • Pemilik Izin Edar: Konimex
  • Kegunaan: Obat Batuk dan Flu

12. Termorex

  • Nomor izin edar: DBL7813003537A1
  • Nomor Bets: SEP22104
  • Pemilik Izin Edar: Konimex
  • Kegunaan: Obat Demam

13. Praxion Suspensi

  • Nomor izin edar: DBL0521631433A1
  • Nomor Bets: D2H747C, D2I103D
  • Pemilik Izin Edar: Pharos Indonesia
  • Kegunaan: Obat Demam

Nasib 5 obat yang dinyatakan ada cemaran etilen glikol (EG)


Terhadap produk yang dinyatakan kandungan cemaran EG melebihi ambang batas aman pada penjelasan publik keempat (Termorex Sirup, Flurin DMP Sirup, Unibebi Cough Sirup, Unibebi Demam Sirup, dan Unibebi Demam Drops), BPOM melakukan intensifikasi sampling dan pengujian untuk semua produk sirup yang diproduksi oleh industri farmasi yang sama, termasuk produk yang sama dengan bets yang berbeda.


Untuk sampel produk lainnya akan disampaikan kepada masyarakat setelah diperoleh hasil pengujian.


Selain itu, BPOM secara berkesinambungan melaksanakan patroli siber (cyber patrol) pada platform situs, media sosial, dan e-commerce untuk menelusuri penjualan produk yang dinyatakan tidak aman.


Sampai dengan 21 Oktober 2022, BPOM telah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) untuk melakukan penurunan (takedown) konten terhadap 4922 link yang teridentifikasi melakukan penjualan sirup obat yang dinyatakan tidak aman.

Imbauan kepada masyarakat


BPOM mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada, menjadi konsumen cerdas, dan selalu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1. Membeli dan memperoleh obat melalui sarana resmi, yaitu di apotek, toko obat berizin, Puskesmas atau rumah sakit terdekat.

2. Membeli obat secara online hanya dilakukan di apotek yang telah memiliki izin Penyelenggara Sistem Elektronik Farmasi (PSEF).

3. Menerapkan Cek KLIK (Cek Kemasan, Label , Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli atau menggunakan obat. Pastikan kemasan produk dalam kondisi baik, baca informasi produk yang tertera pada label, dan produk telah memiliki izin edar BPOM serta belum melebihi masa kedaluwarsa.

×
Berita Terbaru Update