Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Terkepung Prajurit TNI di Gubuk, Bandar Sabu Malaysia Kontak Tembak

Rabu, 10 Agustus 2022 | Agustus 10, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-08-10T15:17:28Z



Kalimantan Barat, Prajurit militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) baru saja berhasil meringkus bandar narkoba dari Negeri Jiran Malaysia di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Penangkapan bandar narkoba asal Malaysia itu dilakukan prajurit TNI Angkatan Darat dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia, Batalyon Infanteri (Yonif) 645/Gardatama Yudha dari Komando Daerah Militer (Kodam) XII/Tanjungpura.




Berdasarkan siaran resmi Penerangan TNI Angkatan Darat dilansir VIVA Militer, Rabu 10 Agustus 2022, bandar narkoba itu ditangkap prajurit TNI saat bersembunyi di sebuah gubuk di perbatasan negara Dusun Jagoi Babang, Desa Jagoi, Kecamatan Jagoi Babang.

Tiga bandar narkoba berikut barang bukti sabu-sabu sebanyak 96 gram berhasil diamankan prajurit TNI dari lokasi penangkapan. Ketiganya berinisial AR, DN dan CR. Menurut Komandan Satgas Yonif 645/GTY, Letnan Kolonel Inf Hudallah, penangkapan itu berawal dari adanya laporan dari kepolisian tentang upaya penyelundupan narkotika dari Malaysia ke Indonesia.

Setelah mendapat laporan itu, prajurit TNI bergerak melakukan pengintaian jalur titik 0 PLBN. Tak lama pelaku terpantau melintasi perbatasan dan masuk ke wilayah NKRI.

Prajurit TNI tak bertindak gegabah, sebelum dilakukan penyergapan terlebih dahulu berkoordinasi dengan kepolisian setempat. Lalu disusunlah rencana penyergapan. Targetnya sebuah gubuk tak jauh dari pembangunan PLBN.

Pengepungan dilakukan prajurit TNI dan personel polisi. Namun, ternyata pelaku melakukan perlawanan. Kontak tembak terjadi, mereka menembak dari dalam gubuk dengan senapan angin.

Tapi perlawanan pelaku tak lama. Mereka menyerah dan akhirnya dibekuk. Di gubuk itulah ditemukan barang bukti narkoba dan senjata baru mereka bawa dari Malaysia. "Hasil pemeriksaan terhadap tersangka, mereka mengaku narkoba itu akan diedarkan di Indonesia dan juga dikonsumsi sendiri," kata Letkol Inf Hudallah.



×
Berita Terbaru Update