Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Noverman Melayu : "Mental Penjilat, Tak Pantas Disebut Aktivis!"

Selasa, 02 Agustus 2022 | Agustus 02, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-08-02T16:22:25Z



Kuansing -- Rendahnya literasi  di sebagian kalangan generasi muda saat ini menimbulkan perspektif negatif terhadap isu-isu yang muncul beberapa bulan belakang ini khususnya Kabupaten Kuantan Singingi.

Noverman Melayu pemuda asal Kecamatan Pangian Kepada Awak Media, 2 Agustus 2022 mengatakan, Saya melihat jarang sekali dari generasi muda, aktivis mahasiswa sekarang ini khususnya Kabupaten Kuantan Singingi yang mau melihat isu atau berita secara komprensif, belakangan ini saya perhatikan banyak statement rekan-rekan aktivis mahasiswa yang narasi membuat kegaduhan saja.

"Mahasiswa adalah kaum intelektual, seharusnya dalam menanggapi sebuah isu atau berita janganlah langsung ditelan mentah-mentah, coba merangkum dari berbagai sumber,  tidak satu sumber saja, cross check sumber lainnya, harus dilakukan kontrol, sehingga tidak muncul rasa kebencian dan curiga yang pada akhirnya akan menunjukkan kualitas diri rekan-rekan sekalian," ucapnya geram.

Noverman berharap, "Generasi muda tidak boleh terjebak oleh narasi-narasi yang dibuat oleh kelompok yang sengaja menciptakan kegaduhan, mahasiswa sebagai generasi muda harus mampu memperkaya kapasitas intelektualnya dalam menyikapi isu-isu, apalagi sekarang lagi maraknya isu-isu pesanan yang ditujukan untuk mengdiskreditkan kelompok-kelompok tertentu."

"Anak muda kok dekat dengan penguasa? Anak muda harusnya kritis! jangan mental penjilat!" tambah Noverman.

"Saat ini banyak yang mengaku sebagai aktivis, tapi menjadi penjilat pemerintah," tandasnya.

Keberhasilan suatu negara bisa dilihat dari kualitas bangsanya, kita sebagai pemuda memiliki peran yang besar bagi perubahan-perubahan sosial di lingkungan kita khususnya Kuansing  sebagai agent of change (agen perubahan) dengan sikap kritis dan semangat kita memiliki kekuatan untuk mempengaruhi dan menyadarkan masyarakat untuk melakukan suatu gerakan perubahan sosial demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa, jangan puji sana puji sini hanya Untuk mencari perhatian dan terkesan cari panggung," tutup Noverman yang juga merupakan pembina FMKP ini.***





af


×
Berita Terbaru Update