Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gubri Minta PHR Percepat Proses Pemberian PI 10 Persen Untuk Riau

Selasa, 09 Agustus 2022 | Agustus 09, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-08-09T02:49:49Z



Pekanbaru - Sudah hampir satu tahun proses alih kelola Blok Rokan dari Chevron Pacific Indonesia (CPI) kepada Pertamina Hulu Rokan (PHR), namun pendapatan daerah melalui Participating Interest (PI) 10 persen tak kunjung didapatkan Provinsi Riau.

Pada tanggal 9 Agustus 2021 lalu menjadi hari bersejarah bagi Pertamina. Sejak tanggal itulah, Pertamina mengelola sepenuhnya atau 100 persen Blok Rokan yang merupakan kawasan penghasil minyak nomor dua terbesar di Indonesia.

Akan tetapi, kejelasan mengenai PI 10 persen yang dijanjikan PT PHR kepada Provinsi Riau belum menemukan kepastian.

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengaku telah meminta PT PHR agar bisa mempercepat proses pemberian PI 10 persen tersebut.

"Sekarang kontribusinya (PI) belum ada, mau satu tahun, kita juga masih menunggu PI dari PT PHR, karena itu kami sudah meminta Dirut PT PHR agar bisa memproses pemberian PI 10 Persen kepada Provinsi Riau," ujar Gubri di Pekanbaru, Senin (8/8/2022).

Padahal, Gubri mengaku telah mempersiapkan target pendapatan daerah dari hasil PI 10 persen yang didapatkan melalui Blok Rokan yang dikelola PT PHR.

Syamsuar mengaku, untuk melancarkan proses tersebut, pihaknya telah memfasilitasi pertemuan antara skkmigas dengan PT PHR agar dibantu dalam proses percepatan pemberian PI 10 persen.

"Tahun 2021 sudah lewat, harapan kami seharusnya PI itu sudah diterima sehingga kita tahu berapa progres dari produksi dan lifting yang telah diperoleh oleh PT  PHR setelah alih fungsi," jelas Gubri.

Karena belum mendapat gambaran, Gubri mengharapkan PT PHR agar bekerja keras terutama untuk menigkatkan produksi minyak.

"Tapi saya rasa mereka terus bekerja agar nanti bisa maksimal sesuai apa yang ditargetkan pemerintah," pungkas Gubernur Syamsuar.

Untuk diketahui, Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Ditjen Migas Kementerian ESDM) telah menetapkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 37 Tahun 2016 tentang Ketentuan Penawaran Participating Interest (PI) 10 persen pada Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi.

Aturan tersebut memungkinkan daerah penghasil terlibat dalam pengelolaan migas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan peraturan tersebut, pihak Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) wajib menawarkan PI 10 persen kepada pemerintah daerah (Pemda) sejak disetujuinya plan of development (POD) I wilayah kerja, baik di darat maupun perairan lepas pantai sampai dengan 12 mil.

×
Berita Terbaru Update