Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Begini Proses Scientific Polri Tetapkan Irjen Ferdy Sambo Tersangka

Selasa, 09 Agustus 2022 | Agustus 09, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-08-09T13:58:24Z



Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo menjadi salah satu tersangka kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Sigit mengatakan penyidikan dilakukan secara scientific atau ilmiah.

"Ini sudah menjadi perhatian publik, saya minta betul-betul segera bisa diselesaikan, terus bekerja keras. Sehingga betul-betul kita profesional, akuntabel dan tentunya pendekatan scientific yang tentunya akan kita pertanggungjawabkan betul-betul bisa dilakukan dengan profesional," ujar Sigit dalam konferensi pers di Mabes Polri, Selasa (9/8/2022).

Selain Ferdy Sambo, Polri juga menetapkan tiga orang tersangka lain dalam kasus ini, yakni Bharada E, Bripka RR dan KM. Sigit mengatakan pengungkapan kasus ini dilakukan secara scientific dengan melibatkan kedokteran forensik hingga tim puslabfor untuk uji balistik.

Timsus juga melakukan pendalaman terhadap CCTV hingga ponsel. Ada juga proses identifikasi biometrik yang dilakukan oleh Inafis.

"Timsus telah mendapatkan titik terang dengan melakukan proses-proses penanganan dan pemeriksaan secara scientific dengan melibatkan kedokteran forensik, olah TKP dengan melibatkan tim Puslabfor untuk menguji balistik mengetahui perkenaan alur dan tembakan, pendalaman terhadap CCTV dan handphone oleh Puslabfor, biometric identification oleh Pusinafis," ujar Sigit.

Dia mengatakan timsus juga melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Sigit menyebut saksi-saksi yang diperiksa itu merupakan orang-orang yang berada di lokasi, antara lain Bharada E hingga Ferdy Sambo.

"Serta tindakan lain yang tentunya bersifat ilmiah dan juga kami menemukan persesuaian dalam pemeriksaan yang telah kita lakukan terhadap saksi-saksi yang berada di TKP termasuk saksi-saksi lain yang terkait, juga saudara RE, saudara RR, saudara KM, saudara AR dan saudara P dan saudara FS," ucapnya.

Atas dasar pemeriksaan secara ilmiah itu, kata Sigit, pihaknya menemukan sejumlah hal yang berbeda dengan keterangan awal saat kasus ini diungkap ke publik. Salah satunya ialah tidak adanya tembak menembak di lokasi.

"Ditemukan perkembangan baru bahwa tidak ditemukan, saya ulangi, tidak ditemukan fakta peristiwa tembak menembak seperti yang dilaporkan. Saya ulangi. Tidak ditemukan fakta peristiwa tembak-menembak seperti yang dilaporkan awal," ujar Sigit.

Dia mengatakan proses pendalaman oleh Timsus juga menemukan dugaan kuat yang terjadi adalah penembakan terhadap Brigadir Yoshua. Dia mengatakan Bharada E yang mengajukan justice collaborator atau JC juga membuat kasus ini semakin terang.

"Tim khusus menemukan bahwa peristiwa yang terjadi adalah peristiwa penembakan terhadap saudara J yang menyebabkan saudara J meninggal dunia yang dilakukan oleh saudara RE atas perintah saudara FS. Saudara RE telah mengajukan JC dan saat ini itu juga yang membuat peristiwa ini menjadi semakin terang," ujarnya.

Sigit mengatakan skenario tembak menembak diduga dibuat oleh Ferdy Sambo. Dia mengatakan Ferdy Sambo diduga menembakkan senjata Brigadir Yoshua ke dinding untuk memperkuat skenarionya.

"Kemudian untuk membuat seolah-olah telah terjadi tembak-menembak, saudara FS melakukan penembakan dengan senjata milik saudara J ke dinding berkali-kali untuk membuat kesan seolah telah terjadi tembak-menembak Terkait apakah saudara FS menyuruh ataupun terlibat langsung dalam penembakan, saat ini tim terus melakukan pendalaman terhadap saksi-saksi dan pihak-pihak yang terkait Kemarin kita telah tetapkan 3 orang tersangka yaitu saudara RE, saudara RR, dan saudara KM," ujarnya.

Atas dasar temuan itu, Bareskrim menetapkan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka. Sigit menyatakan motif penembakan terhadap Brigadir Yoshua masih didalami.

"Tadi pagi dilaksanakan gelar perkara dan Timsus telah memutuskan untuk menetapkan saudara FS sebagai tersangka. Jadi saya ulangi Timsus telah menetapkan saudara FS sebagai tersangka," ujarnya.




×
Berita Terbaru Update