Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Imigrasi Kelas II TPI Bagansiapiapi Tingkatkan Pengawasan Orang Asing

Kamis, 28 Juli 2022 | Juli 28, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-07-28T06:11:55Z



Bagansiapiapi - Kantor imigrasi kelas II TPI Bagansiapiapi mengadakan rapat koordinasi (Rakor) Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora). Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan sinegritas dalam melakukan pengawasan terhadap orang asing yang masuk ke Kabupaten Rokan Hilir. 

Rakor yang dipusatkan di hotel Lion itu dipimpin oleh Kepala Kantor Imigrasi Bagansiapiapi, Agus Susdamajanto SH,MH dan dihadiri Perwakilan Kodim 0321/Rohil, Polres Rohil, Kejari Rohil, Pengadilan Negeri, TNI-AL, Kesbangpol, Bea Cukai, Kemenag, Disparpora, Disnaker, Disdukcapil, Diskes, Satpol PP, BIN, BAIS TNI, SAR, dan Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi.

Agus Susdamajanto mengatakan kalau rakor tingkat kabupaten ini digelar dalam rangka menjaga ketentraman dan ketertiban masyarakat. "Intinya kegiatan ini untuk meningkatkan sinegritas dengan saling tukar informasi, koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi dengan berbagai pihak," ujarnya. 

Sebagaimana yang diketahui beberapa waktu lalu pihak Imigrasi Kelas II TPI Bagansiapiapi berhasil mengamankan warga Negara Asing (WNA) asal Myanmar. WNA itu ditahan karena melakukan tindak pidana ke imigrasian. WNA itu ditahan pada tanggal 02 Juni 2022 lalu karena telah memberikan data yang tidak sah atau keterangan tidak benar untuk memperoleh dokumen perjalanan Republik Indonesia (RI). 

"WNA Myanmar itu ditahan oleh petugas imigrasi pada bagian loket penerimaan berkas permohonan dokumen perjalanan Republik Indonesia (DPRI/Paspor) karena dicurigai sebagai WNA yang akan membuat paspor," Terang Agus. Saat melakukan permohonan berkas Kata Agus, Tersangka melampirkan dokumen kependudukan Indonesia berupa KTP, KK, Akte Kelahiran, dan Buku nikah. 

Selain itu, tersangka yang tinggal di kepenghuluan Raja Bejamu, Kecamatan Sinaboi tersebut juga sudah memiliki anak dan istri. 

"Tersangka itu memiliki dokumen yang dikeluarkan oleh UNHCR Malaysia menyatakan bahwa yang bersangkutan pencari suaka asal Myanmar," Ungkap Agus. Untuk patroli warga Negara Asing (WNA) ujarnya pihak Imigrasi terus dilakukan pihaknya dengan menyisir wilayah yang ada dirohil dengan meminta informasi dari masyarakat.













ken/rls

×
Berita Terbaru Update