Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

DK PWI Dorong Wartawan Liputan Investigasi Kasus Penembakan di Rumah Irjen Sambo

Sabtu, 16 Juli 2022 | Juli 16, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-07-16T08:21:27Z




RIAUMETROPOS.COM

Jakarta - Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI ) Pusat mendorong seluruh wartawan untuk melakukan investigative reporting ( liputan investigasi) atau peliputan secara mendalam dan menyeluruh agar dapat mengungkap fakta peristiwa dan duduk perkara secara terang benderang kasus polisi menembak polisi di rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo pada Jumat (9/7).

Pernyataan itu disampaikan Ketua DK- Pusat Ilham Bintang setelah berkonsultasi dengan Ketua Dewan Pers Professor Azyumardi Azra, Sabtu (16/7) pagi.

Dalam melaksanakan investigative reporting itu Ketua DK PWI Pusat dan Ketua Dewan Pers mengingatkan wartawan agar bekerja menurut prinsip kerja jurnalistik secara profesional. Yaitu menaati UU Pers 40/99 dan Kode Etik Jurnalistik ( KEJ).

"Di dalam UU Pers itu tidak ada pembatasan bagi wartawan untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyak dari mana pun demi mencari kebenaran. Yang penting, semua informasi melalui proses verifikasi atau cek dan ricek sebelum disiarkan," kata Ilham Bintang dalam keterangannya.

Pasal 2 butir "H" dalam KEJ, penggunaan cara-cara tertentu dapat dipertimbangkan untuk peliputan berita investigasi bagi kepentingan publik.

Namun, wartawan juga tetap diminta menghormati hak privasi; menghasilkan berita yang faktual dan jelas sumbernya; menghormati pengalaman traumatis narasumber dalam penyajian gambar, foto, dan suara; dan menyajikan berita secara berimbang.

"Dengan peliputan secara mendalam dan menyeluruh seperti itu wartawan dapat berperan besar membantu pihak berwajib mengungkap peristiwa yang menjadi sorotan masyarakat luas, " kata Ilham Bintang.

Insiden polisi tembak polisi yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat terjadi di rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7) sore.

Menurut Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budhi Herdi Susianto Brigadir Yosua tewas akibat tembakan yang dilayangkan Bharada E.

Namun hingga kini masih banyak kejanggalan yang menimbulkan polemik di publik dari kasus penembakan tersebut. Terkait hal itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk tim khusus yang diketuai Irwasum Polri Komjen Pol Agung Budi Maryoto dan sebagai penanggungjawab yakni Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono.

×
Berita Terbaru Update